“Tuak” Minuman Khas Batak Yang Ternyata Menyehatkan

Hi guys, kembali lagi ketemu sama mimin, kali ini kita akan membahas tentang satu minuman yang dikatakan merupakan minuman khas batak. Minuman ini katanya selalu ada pada saat acara adat Batak, acara kekeluargaan, di warung orang Batak (Lapo) dan juga sebagai jamuan kepada tamu. Meski tuak sekarang telah tersebar merata di daratan Indonesia, tetapi hampir semua orang sepakat jika tuak adalah minuman khas Batak (bener gak sih?) Nah, kalau kalian ingin tahu tentang minuman tuak yang satu ini mari kita mengulasnya lebih dalam.

Apa Sih Tuak Itu?

Tuak adalah sejenis minuman beralkohol Nusantara yang merupakan hasil fermentasi dari nira, beras atau bahan minuman/buah yang mengandung gula. Tuak adalah produk minuman yang dikatakan mengandung alkohol. Bahan baku yang biasa dipakai adalah: beras atau cairan yang diambil dari tanaman seperti nira pohon enau atau nipah atau legen dari pohon siwalan atau tal, atau sumber lain.

Kadar alkohol yang ada pada tuak di pasaran berbeda-beda bergantung dari daerah pembuatnya. Tuak jenis arak yang dibuat di pulau Bali yang dikenal juga dengan nama Brem Bali, dikenal mengandung alkohol yang kadarnya cukup tinggi.

Beberapa tempat di Pulau Madura dahulu juga dikenal sebagai sebagai penghasil tuak, namun orang Madura tidak mempunyai kebiasaan minum yang kuat. Saat ini dapat dikatakan sangat sedikit orang Madura yang minum tuak atau arak. Sedangkan pada Masyarakat Tapanuli (Sumatera Utara), khususnya masyarakat Batak menganggap bahwa tuak sangat berkhasiat menyehatkan badan karena mengandung efek menghangatkan tubuh.

Hal yang sama juga dijumpai pada masyarakat suku Toraja di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, yang memiliki kebiasaan minum tuak. Selain untuk menghangatkan badan, tuak dari pohon enau di Toraja telah menjadi minuman pada ritual-ritual adat. Sehingga setiap pelaksanaan ritual adat sudah pasti akan tersedia tuak.

Dari Mana Sebenarnya Tuak Berasal?

Pohon enau ini merupakan pohon serba guna yang bisa menghasilkan tuak dan semua yang ada pada pohon dapat digunakan, tapi apakah kalian tahu kalau sebenarnya pohon enau ini memiliki kisah yang cukup menyedihkan. Orang- orang dulu mengatakan bahwa pohon enau ini  merupakan jelmaan dari seorang gadis bernama Boru Sabou. Kok bisa dari sebuah jelman? Begini ceritanya.

Cerita itu mengisahkan tentang kesetiaan si Sabou kepada abangnya. Ia tidak tega melihat penderitaan abangnya yang sedang dipasung oleh penduduk suatu negeri. Oleh karena itu, ia mencoba untuk menolongnya. Apa yang menyebabkan Abangnya dipasung oleh penduduk negeri itu? Bagaimana cara Boru Sabou menolong abangnya?

Alkisah, pada zaman dahulu kala di sebuah desa yang terletak di Tanah Karo, Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri bersama dua orang anaknya yang masih kecil. Yang pertama seorang laki-laki bernama Tare Iluh, sedangkan yang kedua seorang perempuan bernama Boru Sabou. Keluarga kecil itu tampak hidup rukun dan bahagia.

Namun, kebahagiaan itu tidak berlangsung lama, karena sang suami sebagai kepala rumah tangga meninggal dunia, setelah menderita sakit beberapa lama. Sepeninggal suaminya, sang istri-lah yang harus bekerja keras, membanting tulang setiap hari untuk menghidupi kedua anaknya yang masih kecil.

Oleh karena setiap hari bekerja keras, wanita itu pun jatuh sakit dan akhirnya meninggal dunia. Si Tare dan adik perempuannya yang masih kecil itu, kini menjadi anak yatim piatu. Untungnya, orang tua mereka masih memiliki sanak-saudara dekat. Maka sejak itu, si Tare dan adiknya diasuh oleh bibinya, adik dari ayah mereka.

Waktu terus berjalan. Si Tare Iluh tumbuh menjadi pemuda yang gagah, sedangkan adiknya, Boru Sabou, tumbuh menjadi gadis remaja yang cantik. Sebagai seorang pemuda, tentunya Si Tare Iluh sudah mulai berpikiran dewasa. Oleh karena itu, ia memutuskan pergi merantau untuk mencari uang dari hasil keringatnya sendiri, karena ia tidak ingin terus-menerus menjadi beban bagi orang tua asuhnya.

Setelah berdiskusi dan berjanji kepada adiknya bahwa ia akan kembali setelah membawa banyak uang maka berangkatalah sang abang untuk merantau ke negeri orang. Ketika Tare Iluh berada di perantauan bukannya mencari pekerjaan yang layak, ia malah berjudi.

Ia beranggapan bahwa dengan memenangkan perjudian, ia akan mendapat banyak uang tanpa harus bekerja keras. Tetapi sayangnya, si Tare Iluh hanya sekali menang dalam perjudian itu, yaitu ketika pertama kali main judi. Setelah itu, ia terus mengalami kekalahan, sehingga uang yang sudah sempat terkumpul pada akhirnya habis dijadikan sebagai taruhan.

Kemudian ia meminjam uang kepada penduduk setempat dan kemudian bermain judi lagi. Akibatnya, si Tare Iluh pun dipasung oleh penduduk setempat karena tidak bisa membayar hutang. Suatu hari, kabar buruk itu sampai ke telinga si Boru Sabou. Ia sangat sedih dan prihatin mendengar keadaan abangnya yang sangat menderita di negeri orang. Dengan bekal secukupnya, ia pun pergi mencari abangnya, meskipun ia tidak tahu di mana negeri itu berada.

Behari-hari si Boru Sahou mencari abangnya, tapi tidak pernah menemukannya. Sampai pada akhirnya ia bertemu dengan seorang kakek. Ia bertanya kepada kakek itu tapi kakek itu tidak mengetahui dimana abangnya berada. Kakek itu hanya memberi saran untuk memanjat pohon yang paling tinggi dan kemudian memanggil abangnya.

Tanpa berpikir panjang, ia segera mencari pohon yang tinggi kemudian memanjatnya hingga ke puncak. Sesampainya di puncak, si Boru Sabou segera bernyanyi dan memanggil-manggil abangnya sambil menangis. Ia juga memohon kepada penduduk negeri yang memasung abangnya agar sudi melepaskannya.

Karena merasa tidak ada tanggapan akhirnya, ia pun segera mengangkat kedua tangannya dan berdoa kepada Tuhan Yang Mahakuasa. “Ya, Tuhan! Tolonglah hambamu ini. Aku bersedia melunasi semua hutang abangku dan merelakan air mata, rambut dan seluruh anggota tubuhku dimanfaatkan untuk kepentingan penduduk negeri yang memasung abangku.”

Baru saja kalimat permohonan itu lepas dari mulut si Boru Sabou, tiba-tiba angin bertiup kencang, langit menjadi mendung, hujan deras pun turun dengan lebatnya diikuti suara guntur yang menggelegar. Sesaat kemudian, tubuh si Boru Sabou tiba-tiba menjelma menjadi pohon enau.

Air matanya menjelma menjadi tuak atau nira yang berguna sebagai minuman. Rambutnya menjelma menjadi ijuk yang dapat dimanfaatkan untuk atap rumah. Tubuhnya menjelma menjadi pohon enau yang dapat menghasilkan buah kolang-kaling untuk dimanfaatkan sebagai bahan makanan atau minuman.

Apa Saja Fakta Yang Terdapat Pada Tuak?

Ternyata guys, ada beberapa fakta unik yang terdapat pada minuman tuak ini diantaranya adalah:

Pohon penghasil tuak (enau/aren) merupakan pohon yang multifungsi

Kalian tidak boleh meremehkan pohon produsen penghasil tuak (enau/aren) ini. Pohon ini merupakan pohon yang multi fungsi, sehingga semua bagian dari pohon ini ada di bagian setiap rumah adat Batak. Mulai dari batangnya yang digunakan untuk membuat dinding rumah adat, Ijuknya untuk membuat atap rumah, helai daunnya untuk membuat sapu lidi dan buahnya untuk kebutuhan pangan (kolang-kaling). Jadi, semua bagian dari pohon ini tidak ada yang terbuang sia-sia. Hebat bukan.

Tuak adalah minuman jamuan kepada tamu orang Batak

Tuak merupakan salah satu minuman jamuan kepada para tamu orang Batak. Jamuan tuak sekarang ini hanya ada pada masyarakat yang masih tradisional. Jadi, jika kalian jalan-jalan ke Toba atau Samosir jangan heran jika dijamu dengan minuman ini. mereka tidak akan memberikan porsi yang lebih juga kepada kalian, karena mereka tahu batasan meminum tuak untuk semua orang.

Tuak bukanlah minuman haram

Banyak orang yang bilang kalau minuman tuak adalah minuman yang tidak layak untuk diminum dan haram. Kalian sudah pasti salah jika berpikiran demikian karena tuak pada esensinya adalah minuman penghangat badan, penambah stamina, serta membuat kondisi badan menjadi nyaman dengan syarat hanya untuk 1 gelas 2 gelas saja. Kalau lebih dari itu baru bahaya bukan haram.

Minum tuak merupakan tradisi bagi orang Batak

Jika orang mendengar kata “tuak”, sudah pasti dipikirannya ini berhubungan dengan mayoritas “orang Batak”. Kenapa begitu ? Karena memang tuak tidak bisa lepas dari kehidupan orang Batak. Semua lapisan masyarakat Batak pasti pernah meminumnya walau belum tentu statusnya sebagai pecandu tuak.

Acara adat tanpa tuak, rasanya akan hambar

Apakah kalian pernah menghadiri acara adat orang Batak? Jika pernah kalian pasti menemukan minuman tuak kan? Baik diacara pernikahan, acara pemakaman, acara manulangi dan lain-lain. Jangan heran dan jangan mengatakan mereka lagi mabuk-mabukan. Bukan guys.

Tuak adalah pelengkap dan peryaratan yang harus ada dalam adat Batak. Tuak digambarkan sebagai pemenuh dahaga, pembawa kejernihan pikiran dan berkat bagi orang yang meminumnya. Tuak tidak bisa digantikan dengan minuman lain seperti jus, coca cola, sprite, es krim atau minuman apapun.

Apakah Ada Manfaat Dari Minuaman Tuak?

Tentu saja ada, asalkan meminumnya dengan porsi yang benar. Berikut ini beberapa manfaat dari minum tuak jika diminum dengan porsi yang benar.

Mengatasi sembelit

Pemicu utama yang menyebabkan terjadinya sembelit ialah kurangnya serat di dalam makanan yang di konsumsi sehari-hari. Serat sangat di butuhkan oleh tubuh, tuak ini memiliki manfaat untuk mengatasi semeblit. Sembelit dapat teratasi dengan cepat serta lancar apabila kita rutin mengonsumsi minuman ini.

 Obat tradisional untuk diabetes

Minuman ini juga mampu menjadi obat untuk penyakit diabetes. Penyakit diabetes merupakan salah satu jenis penyakit yang sangat berbahaya dan juga ditakuti karena penyakit ini dapat menyebabkan kematian. Dengan meminum minuman ini secara teratur tetapi dengan dosis yang rendah akan dapat mengurangi kadar gula darah.

Dapat di jadikan obat penenang

Khasiat minuman tuak ini juga dapat di manfaatkan sebagai obat tidur penenang. Apabila kalian mengalami masalah sulit untuk tidur kalian dapat mengonsumsi minuman ini. Jadi gak mesti dengan bantuan obat saja kan.

Menurunkan demam

Minuman ini sangat bermanfaat untuk menurunkan demam pada anak dan juga orang dewasa. Demam bisa terjadi karena berkurangnya sistem kekebalan dalam tubuh. Apabila kalian mengalami demam yang sangat tinggi maka kalian dapat mengonsumsi minuman tuak ini karena ini akan dapat menurunkan demam yang tinggi.

Menghilangkan stress

Selain cokelat minuman ini juga dapat merubah suasana hati menjadi lebih baik dan tenang. Minuman ini dapat dikonsumsi untuk menenangkan hati, menghilangkan stress. Sehingga setelah meminum mampu memberikan efek relaksasi, bahkan minuman ini akan membuat minuman hati serta pikiran menjadi lebih tenang.

Yup itulah tadi penjelasan mengenai minuman tuak yang dikatakan memiliki manfaat kesehatan. Jadi setelah tahu tentang minuman tuak ini apakah kalian untuk mencicipinya.