Stark Luncurkan Craft Beer Pertama di Indonesia

Bir merupakan jenis minuman yang cukup terkenal di berbagai belahan bumi, bahkan bir memiliki tempat khusus tersendiri bagi para pencintanya. Bir juga sudah ada sejak lama. Namun karena banyaknya bir yang memiliki kandungan alkohol, sehingga membuat banyak negara mayoritas muslim yang melarang bir beredar bebas di negara mereka. Akan tetapi minuman yang memiliki rasa pahit ini ternyata punya banyak penggemar dan tak jarang mengkonsumsi bir layaknya minum air putih.

Nah, karena bir memiliki banyak penggemar, banyak perusahaan bir yang mengeluarkan bir dengan berbagai variasi yang baru dan salah satu contohnya adalah bir rendah kalori yang terbuat dari ketumbar. Kira-kira seperti apa ya tampilan bir yang terbuat dari ketumbar ini, berikut penjelasannya:

Sejarah Bir

Bir adalah segala minuman beralkohol yang diproduksi melalui proses fermentasi bahan berpati tanpa melalui proses penyulingan setelah fermentasi. Bir merupakan minuman beralkohol yang paling banyak dikonsumsi di dunia dan kemungkinan yang tertua. Selain itu bir juga adalah minuman terpopuler ketiga di dunia, setelah air dan teh.

Proses pembuatan bir disebut brewing karena bahan yang digunakan untuk membuat bir berbeda antara satu tempat dan lainnya, maka karakteristik bir (seperti rasa dan warna) juga sangat berbeda baik jenis maupun klasifikasinya. Kadar alkohol bir biasanya berkisar antara 4 dan 6% abv (alcohol by volume; alkohol berdasarkan volume), meski ada pula yang serendah kurang dari 1% abv maupun yang mencapai 20% abv. Bir merupakan salah satu minuman tertua yang dibuat manusia, yaitu sejak sekitar tahun 5000 SM yang tercatat di sejarah tertulis Mesir Kuno dan Mesopotamia. Karakter bir telah berubah secara drastis sepanjang ribuan tahun. Industri pembuatan bir merupakan industri global yang sangat besar dan sekarang ini kebanyakan dikuasai oleh konglomerat yang dibentuk dari gabungan pengusaha-pengusaha yang lebih kecil. Walaupun secara umum bir merupakan minuman beralkohol, ada beberapa variasi dari dunia Barat yang dalam pengolahannya membuang hampir seluruh kadar alkoholnya, menjadikan apa yang disebut dengan bir tanpa alkohol.

Craft Beer Menjadi Pionir di Tanah Air

Bir rendah kalori ini diluncurkan oleh “Stark”. Bir dengan inovasi terbaru ini berbasis di Bali dengan merilis varian craft beer yang menjadi pionir di Tanah Air. Craft beer adalah bir yang dibuat dalam skala kecil. Dikatakan kecil karena produksi dan distribusi satu brand craft beer hanya berkisar pada jumlah 6 juta barel dan ngga lebih. Oleh karena jumlahnya tersebut, craft beer biasanya dikonsumsi oleh orang lokal yang tinggal di area distribusi. Sesuai dengan namanya, setiap proses pembuatan bir dibuat dengan kreativitas tinggi dan menggunakan bahan baku berkualitas.  Bedanya jika Stark Craft Beer dibuat tanpa jagung dan sedangkan bir komersial lain dibuat dengan menggunakan jagung untuk menghemat biayanya.

Craft beer sendiri milik Stark ini 100% yang dibuat menggunakan malt, gandum jenis barley yang direndam di dalam air yang kemudian mengalami proses pengeringan untuk menahan proses perkecambahan. Sedangkan air yang digunakan berasal dari sumber air Singaraja, Bali, dimana masyarakat setempat dapat langsung mengonsumsi air tersebut tanpa harus dimasak.

“95% bahan baku bir adalah air. Mereka mencari lokasi yang masih sangat asri di Bali, seperti Singaraja yang memiliki mata air karena jika di perkotaan sumber air sudah tidak baik karena mineralnya sudah berkurang.

Jenis Craft Beer

Stark Craft Beer memiliki enam varian yang diluncurkan tahun ini. Keenam varian ini dibuat agar bisa diterima oleh semua palet lidah konsumen sehingga bisa masuk ke segala pasar.

  1. Wheet Beer, bir jenis ini begitu terkenal di Jerman. Karakter bir ini kerap menggunakan bumbu-bumbu lokal, seperti kulit jeruk dan ketumbar.
  2. Dark Wheet, atau bir yang pembuatannya menggunakan gandum yang digoreng tanpa minyak, sehingga membuatnya agak gosong. Warna bir ini cukup gelap dengan cita rasa beraroma karamel dan kopi.
  3. LC Lager yang merupakan bir rendah kalori dan gula. Bona bilang, satu botol LC Lager setara dengan tiga botol bir komersial, seperti Heineken atau Bintang. Bir ini cukup kuat aroma bunga hops-nya yang membuatnya terasa pahit di lidah. “Ini merupakan inovasi kami untuk menghadirkan bir yang rendah kalori. Sehingga, konsumen yang mulai aware dengan kesehatan, masih bisa menikmati bir tanpa rasa cemas,” tuturnya.
  4. Indonesian Pale Ale yang merupakan rekonstruksi dari jenis bir tersohor di dunia Indian Pale Ale(IPA). IPA dari Stark Craft Beer ini memiliki perbedaan dari versi originalnya. IPA Stark memanfaatkan teknologi brewery terbaru, yaitu dry hoping yang meminimalisir rasa pahit yang selama ini menjadi ciri khas dari IPA original. “Bunga hops merupakan bahan pengawet alami. Karakter bunga ini sangat pahit karena mengeluarkan getah yang pahit,” ujar Bona menjelaskan. Teknologi dry hoping itu, membuat getah dari bunga hops tidak terbawa saat proses fermentasi. Warnanya pun kemerahan dengan aroma herbal dan citrus.
  5. Ale Lychee, buah ini adalah buah tropis yang sering di temui di Asia.
  6. Mango, sama seperti Ale Lychee yang merupakan buah tropis juga yang dipilih karena paling populer di Asia. Bir ini dibuat bagi mereka yang ingin menikmati bir, namun dengan rasa yang lebih sweet.

100% Karya Anak Bangsa

Minuman yang satu ini merupakan hasil dari karya anak Indonesia yang di mulai sejak tahun 2010. Setahun setelah berhasil menciptakan karyanya, kemudian pabrikpun di buka di Singaraja, Bali. Memang Indonesia adalah negara yang melarang penjualan minuman beralkohol di convenience store dan minimarket. Akan tetapi bir rendah kalori yang satu ini sudah mulai di pasarkan hotel, Restoran dan Kafe.

Nah gimana guys? Apa kalian tertarik untuk nyobain bir rendah kalori yang terbuat dari ketumbar ini.