Selain Bir, Inilah Jenis Minuman Beralkohol Lainnya

Seperti minuman atau makanan lainnya, minuman keras atau minuman beralkohol juga dibuat dengan sepenuh hati sehingga memiliki citarasa yang tinggi. Sayangnya untuk sebagian orang, terutama yang Muslim, minuman beralkohol sangat dilarang untuk dikonsumsi. Minuman alkohol merupakan minuman yang mengandung sejumlah besar etanol yang mengandung bahan psikoaktif, apabila diminum dalam jumlah tertentu maka akan mengakibatkan penurunan kesadaran yang berarti memabukkan. Itulah mengapa Islam melarang keras adanya minuman alkohol.

Minuman beralkohol di berbagai negara dibatasi peredarannya hanya untuk batas usia tertentu atau dewasa. Terutama di Indonesia, minuman ini dilarang dan harus mendapatkan ijin dari aparat berwajib. Hal ini dikarenakan minuman beralkohol mempunyai efek samping yang dapat membahayakan bagi kesehatan dan juga bisa membuat orang untuk bertindak kriminal.

Akan tetapi terlepas dari itu semua, sampai sekarang penjualan minuman beralkohol justru laku keras dan selalu naik setiap tahunnya. Nah, karena banyaknya pencinta minuman beralkohol, membuat beberapa perusahaan penghasil minuman beralkohol mencoba untuk mengeluarkan kembali varian baru minuman alkohol. Lalu kira-kira selain bir, apalagi jenis minuman alkohol lainnya yang berhasil diluncurkan ya? Simak ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Minuman Beralkohol?

Minuman beralkohol adalah minuman yang mengandung ethanol yang diproses dari bahan hasil pertanian yang mengandung karbohidrat dengan cara fermentasi dan destilasi atau fermentasi tanpa destilasi, baik dengan cara memberikan perlakuan terlebih dahulu atau tidak, menambahkan bahan lain atau tidak maupun yang diproses dengan cara mencampur konsentrat dengan ethanol atau dengan cara pengenceran minuman mengandung ethanol yang berasal dari fermentasi.

Dalam jumlah yang sedikit, ethanol dapat mempengaruhi otak sehingga dapat mengubah perasaan menjadi sedikit lebih baik tetapi dalam jumlah yang besar pengaruh ethanol pada otak menjadi berbahaya. Orang yang minum banyak alkohol akan kehilangan kontrol diri dan bahkan bisa kehilangan kesadaran. Kebiasaan meminum alkohol telah ada sejak zaman dahulu di semua Negara. Dalam cerita zaman kuno juga banyak disebut-sebut kesukaan minum minuman yang mengandung alkohol yang bersifat memabukkan.

Metanol kependekan dari etil alkohol yang sering juga disebut grain alcohol atau alkohol. Bahan ini muncul dalam minuman beralkohol setelah terfermentasinya substrat mengandung pati atau gula tinggi oleh khamir (yeast), biasanya dari spesies Saccharomyces, pada kondisi anaerob.

Lamanya proses fermentasi tergantung kepada bahan dan jenis produk yang ingin dihasilkan. Proses pemeraman singkat (fermentasi tidak sempurna), sekitar 1-2 minggu, dapat menghasilkan produk dengan kandungan etanol 3%-8%. Sementara pada proses fermentasi sempurna, mencapai waktu bulanan bahkan tahunan, dapat menghasilkan produk dengan kandungan etanol sekitar 7%-18%.

Sebab, khamir umumnya tidak dapat hidup pada lingkungan dengan kandungan etanol di atas 18%. Untuk menghasilkan minuman beralkohol dengan kadar etanol lebih tinggi, dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, melalui proses distilasi (penyulingan) terhadap produk yang dihasilkan melalui proses fermentasi. Produk ini selanjutnya dinamakan distilled beverages. Kedua, dengan mencampur produk hasil fermentasi dengan produk hasil distilasi.

Jenis-Jenis Minuman Beralkohol

Minuman alkohol terbuat dari bermacam-macam buah atau biji-bijian dan sudah dikenal orang dari jaman dulu, minuman ini bisa untuk menghangatkan tubuh jika udara dingin terutama bagi negara yang mempunyai musim salju.

Alkohol adalah minuman yang jika diminum secara berlebihan akan memabukkan dan hilang kesadarannya. Dilihat dari kandungan alkoholnya, fermentasinya, distilasinya dan bahan yang digunakan, terdapat beberapa jenisnya, di antaranya:

Whisky

Kata Whisky atau Whiskey berasal dari bahasa Gaelik Skotlandia dan dari bahasa Irlandia, fuisce merujuk secara luas kepada kategori minuman beralkohol dari fermentasi serealia yang mengalami proses mashing (dihaluskan, dicampur air serta dipanaskan) dan hasilnya melalui proses distilasi sebelum dimatangkan dengan cara disimpan di dalam tong kecil dari kayu (biasanya kayu ek).

Jenis wiski yang dihasilkan bergantung jenis serealia yang dipakai sebagai bahan baku, yakni jelai, malt (jelai yang dikecambahkan), gandum hitam (rye), rye yang dikecambahkan, gandum dan jagung. Wiski berasal dari bahasa Gaulia untuk “air” (uisce atau uisge). Di Skotlandia disebut uisge-beatha, sedangkan di Irlandia disebut uisce beatha yang berarti “air kehidupan”. Keduanya berkaitan dengan bahasa Latin aqua vitae yang juga berarti “air kehidupan”. Orang Skotlandia menulisnya sebagai whisky sedangkan orang Irlandia menulisnya sebagai whiskey (ditambah huruf “e”).

Catatan yang tertua tentang wiski berasal dari tahun 1405 di Irlandia, yang menceritakan wiski dibuat para biarawan. Hal yang sama juga dicatat di Skotlandia pada tahun 1496. Walaupun demikian, wiski diperkirakan sudah ada paling sedikit beberapa ratus tahun sebelumnya. Pada waktu itu, wiski dibuat di banyak tempat dan tidak dicatat secara khusus. Akibatnya tahun pertama kali wiski dibuat serta tempat asalnya tidak diketahui. Selain itu, ada kemungkinan berbagai kelompok orang yang tidak ada kaitannya satu sama lain, secara terpisah menemukan proses distilasi.

Sejarawan memperkirakan minuman keras hasil distilasi pertama kali dibuat antara abad ke-8 dan abad ke-9 di Timur Tengah. Teknik distilasi dibawa ke Irlandia dan Britania oleh biarawan Kristen. Menurut legenda yang populer, Santo Patrick memperkenalkan proses distilasi di Irlandia dan Britania. Proses distilasi mungkin ditemukan orang Irlandia atau petani di Britania yang memanfaatkan sisa-sisa serealia sesudah panen.

Cocktail

Cocktail adalah campuran minuman yang terdiri dari dua atau lebih bahan. Biasanya terdiri dari minuman beralkohol sebagai bahan dasar dan bahan pemberi rasa atau warna khusus (campuran). Namun bahan dasarnya selalu yang paling dominan. Pada awalnya cocktail berasal dari Amerika yang berarti buntut ayam dengan tujuan untuk merayakan kemenangan dalam pertandingan adu ayam.

Prinsip penyajian cocktail adalah tampil dengan minuman yang menarik dengan dekoratif dan warna-warni. Cocktails dapat menjadi minuman jangka panjang atau pendek, dan dapat disajikan kapan saja. Bahan dasar yang digunakan adalah minuman keras seperti Gin, Brandy, Whisky, Tequila dan Rum (termasuk Bucardia). Sedangkan campuran yang biasa digunakan adalah: Vermouth, Bitters, anggur, sari buah-buahan, krim, gula, sirup dan telur. Bahan-bahan tersebut sebagai bahan pelembut dan memberi rasa atau aroma pada minuman. Bahan pewarna atau pemberi rasa khusus termasuk sirup buah-buahan, cordials dan minuman beralkohol dengan berbagai rasa, contohnya mint (peppermint), buah cerry atau greanadine.

Wine

Anggur (atau juga populer disebut Wine) adalah minuman beralkohol yang dibuat dari sari anggur jenis Vitis vinifera yang biasanya hanya tumbuh di area 30 hingga 50 derajat lintang utara dan selatan. Minuman beralkohol yang dibuat dari sari buah lain yang kadar alkoholnya berkisar di antara 8% hingga 15% biasanya disebut sebagai wine buah (fruit wine). Anggur adalah minuman yang populer di banyak negara. Negara-negara yang penduduknya meminum anggur paling banyak (menggunakan data tahun 2000) adalah: Perancis, Italia, Amerika Serikat, Jerman, Spanyol, Argentina, Britania Raya, Republik Rakyat Cina, Rusia dan Rumania.

Anggur dibuat melalui fermentasi gula yang ada di dalam buah anggur. Ada beberapa jenis minuman anggur yaitu, Red Wine, White Wine, Rose Wine, Sparkling Wine, Sweet Wine dan Fortified Wine.

Red Wine adalah wine yang dibuat dari anggur merah (red grapes). Beberapa jenis anggur merah yang terkenal di kalangan peminum wine di Indonesia adalah merlot, cabernet sauvignon, syrah/shiraz dan pinot noir. White Wine adalah wine yang dibuat dari anggur putih (white grape). Beberapa jenis anggur putih yang terkenal di kalangan peminum wine di Indonesia adalah chardonnay, sauvignon blanc, semillon, riesling dan chenin blanc.

Rose Wine adalah wine yang berwarna merah muda atau merah jambu yang dibuat dari anggur merah namun dengan proses ekstraksi warna yang lebih singkat dibandingkan dengan proses pembuatan Red Wine. Di daerah Champagne, kata Rose Wine mengacu pada campuran antara White Wine dan Red Wine. Sparkling Wine adalah wine yang mengandung cukup banyak gelembung karbon dioksida di dalamnya. Sparkling Wine yang paling terkenal adalah Champagne dari Prancis. Hanya Sparkling Wine yang dibuat dari anggur yang tumbuh di desa Champagne dan diproduksi di desa Champagne yang boleh disebut dan diberi label Champagne.

Sweet Wine adalah wine yang masih banyak mengandung gula sisa hasil fermentasi (residual sugar) sehingga membuat rasanya menjadi manis. Fortified Wine adalah wine yang mengandung alkohol lebih tinggi dibandingkan dengan wine biasa (antara 15% hingga 20.5%). Kadar alkohol yang tinggi ini adalah hasil dari penambahan spirit pada proses pembuatannya.

Rum

Rum (rhum) adalah minuman beralkohol hasil fermentasi dan distilasi dari molase (tetes tebu) atau air tebu yang merupakan produk samping industri gula. Rum hasil distilasi berupa cairan berwarna bening, dan biasanya disimpan untuk mengalami pematangan di dalam tong yang dibuat dari kayu ek atau kayu jenis lainnya. Produsen rum terbesar di dunia adalah negara-negara Karibia dan sepanjang aliran Sungai Demerara di Guyana, Amerika Selatan. Selain itu, pabrik rum ada di negara-negara lain di dunia seperti Australia, India, Kepulauan Reunion.

Rum terdiri dari berbagai jenis dengan kadar alkohol yang berbeda-beda. Rum putih umum digunakan sebagai pencampur koktail. Rum berwarna cokelat keemasan dan gelap dipakai untuk memasak, membuat kue dan juga pencampur koktail. Hanya rum berkualitas tinggi saja yang biasa diminum polos tanpa pencampur atau ditambah es batu (on the rocks). Rum memegang peranan penting dalam kebudayaan orang-orang di Hindia Barat, dan dikenal sebagai minuman perompak dan Angkatan Laut Kerajaan Inggris.

Vodka

Vodka (bahasa Polandia: wodka) adalah sejenis minuman beralkohol berkadar tinggi, bening dan tidak berwarna, yang biasanya disuling dari gandum yang difermentasi. Banyak yang menduga bahwa kata Vodka merupakan turunan dari kata bahasa Slavia “voda” (woda, ????) yang berarti “air,” meskipun banyak pendapat-pendapat lain.

Kecuali untuk sejumlah kecil perasa, vodka mengandung air dan alkohol (etanol). Vodka biasanya memiliki kandungan alkohol sebesar 35 sampai 60% dari isinya. Vodka Rusia klasik mengandung 40% (80┬░ kandungan murni), angka tersebut dirumuskan oleh ahli kimia terkenal Rusia, Dmitri Mendeleev. Menurut Museum Vodka di St. Petersburg, Rusia, Mendeleev berpendapat bahwa kandungan yang sempurna yaitu 38% tetapi karena minuman beralkohol pada waktu itu dikenakan pajak berdasarkan kandungan alkoholnya, persentasenya dinaikkan menjadi 40 untuk mempermudah penghitungan pajak.

Vodka merupakan bahan dasar dari sejumlah minuman populer, di antaranya Bloody Mary, Bullshot dan Vodka Martini (juga dikenal sebagai Vodkatini), sebuah dry martini yang dibuat dengan vodka bukan gin.

Absinthe

Absinthe adalah minuman beralkohol yang diberi perisa adas atau anise dan dibuat dari apsintus atau wormwood. Minuman ini dibuat dengan mendistilasi alkohol dengan daun-daunan seperti adas, fennel, apsintus, ketumbar, daun dittany, hisop, juniper dan pala. Absinthe pertama kali dibuat pada 1792 oleh Pierre Ordinaire yaitu seorang dokter Perancis yang tinggal di Swiss.

Pada awalnya, tujuan ia membuat minuman ini adalah sebagi obat karena apsintus dikenal dapat menyembuhkan penyakit.Kandungan alkohol pada absinthe mencapai 68%. Karena kandungan alkoholnya yang tinggi dan telah menyebabkan efek yang berbahaya bagi peminumnya maka absinthe pernah dilarang di banyak negara selama beberapa tahun. Karena dilarang maka banyak orang yang mencoba membuat absinthe sendiri.

Hal tersebut bahkan lebih berbahaya karena pembuatan absinthe yang tidak hati-hati dapat menyebabkan kematian bagi siapapun yang meminumnya sebab penggunaan apsintus yang terlalu banyak dapat mengandung racun. Saat ini, absinthe sudah tidak lagi dilarang untuk dikonsumsi.

Brandy

Brendi dalam bahasa Inggris: brandy, berasal dari bahasa Belanda, brandewijn adalah istilah umum untuk minuman anggur hasil distilasi dan biasanya memiliki kadar etil alkohol sekitar 40-60%. Bahan baku brendi bukan hanya anggur, melainkan juga pomace (ampas buah anggur sisa pembuatan minuman anggur) atau fermentasi sari buah. Bila bahan baku tidak ditulis pada label, brendi tersebut dibuat dari buah anggur asli.

Dalam kebudayaan Barat, brendi adalah minuman yang disajikan sesudah makan. Brendi yang dibuat dari minuman anggur biasanya diberi pewarna karamel untuk meniru warna brendi yang lama disimpan di dalam tong kayu. Brendi dari pomace atau sari buah biasanya langsung diminum tanpa melalui proses pematangan di dalam tong kayu dan tidak diberi pewarna.

Kelompok Minuman Beralkohol Sesuai Kadarnya

Peraturan Menteri Kesehatan RI dan RUU minuman keras menyebutkan bahwa minuman beralkohol dibagi dalam tiga golongan. Dari tiga golongan tersebut, ketiganya dilarang untuk diproduksi, disimpan, diedarkan, dijual dan tentunya dikonsumsi, kecuali untuk kepentingan terbatas.

Berikut pembagian tiga golongan minuman keras berdasarkan kandungan etanol volume per volume pada suhu 20 derajat Celcius.

Golongan C (20%-45%)

Ini adalah golongan minuman keras yang kadar alkohol paling tinggi untuk dikonsumsi. Selain itu, tidak diperbolehkan lagi. Golongan C adalah minuman dengan kadar alkohol mulai dari 20 sampai 55 persen. Minuman yang termasuk dalam golongan ini antara lain whiskey, vodka, jhony walker dan lain-lain sebagainya. Karena kadarnya yang begitu tinggi, disarankan untuk mengurangi minuman yang golongan ini, yah.

Golongan B (5%-20%)

Selanjutnya adalah minuman beralkohol golongan B, dengan kadar etanol mulai dari 5 sampai 20 persen. Sudah termasuk cukup tinggi, dan sudah bisa membuat anda mabuk. Beberapa jenis minuman keras yang termasuk dalam golongan B antara lain anggur Malaga, anggur Orang Tua, Shochu, Creme Cacao dan sebagainya.

Golongan A (1%-5%)

Minuman keras golongan A adalah jenis minuman dengan kadar alkohol paling rendah, yakni mulai dari 1 sampai 5 persen. Karena cukup rendah, biasanya minuman ini bisa anda temukan di mini market terdekat. Minum minuman keras jenis ini, sangat sulit untuk membuat anda mabuk. Namun, tetap memiliki dampak yang kurang baik bagi tubuh. Beberapa minuman yang termasuk dalam golongan ini antara lain bir Bintang, bir Anker, San Miguel, Greensand dan lain-lain.

Konsumsi Minuman Alkohol Sebaiknya Sesuai Batas Kewajaran

Bila dikonsumsi berlebihan, minuman beralkohol dapat menimbulkan efek samping ganggguan mental organik (GMO), yaitu gangguan dalam fungsi berpikir, merasakan dan berprilaku. Timbulnya GMO itu disebabkan reaksi langsung alkohol pada sel-sel saraf pusat. Karena sifat adiktif alkohol itu, orang yang meminumnya lama-kelamaan tanpa sadar akan menambah takaran/dosis sampai pada dosis keracunan atau mabuk.

Mereka yang terkena GMO biasanya mengalami perubahan perilaku, seperti misalnya ingin berkelahi atau melakukan tindakan kekerasan lainnya, tidak mampu menilai realitas, terganggu fungsi sosialnya dan terganggu pekerjaannya. Perubahan fisiologis juga terjadi, seperti cara berjalan yang tidak mantap, muka merah atau mata juling. Perubahan psikologis yang dialami oleh konsumen misalnya mudah tersinggung, bicara ngawur atau kehilangan konsentrasi. Efek samping terlalu banyak minuman beralkohol juga menumpulkan sistem kekebalan tubuh. Alkoholik kronis membuat jauh lebih rentan terhadap virus termasuk HIV.

Mereka yang sudah ketagihan biasanya mengalami suatu gejala yang disebut sindrom putus alkohol, yaitu rasa takut diberhentikan minum alkohol. Mereka akan sering gemetar dan jantung berdebar-debar, cemas, gelisah, murung dan banyak berhalusinasi.

Secara umum perbedaan yang paling mendasar dari setiap jenis minuman yang mengandung alkohol adalah pada produk mentahnya dan proses fermentasi untuk mendapatkan alkoholnya. Fermentasi merupakan proses metabolisme yang mengubah gula pati menjadi asam, gas atau alkohol. Alkohol adalah minuman yang dapat menyebabkan kecanduan namun, jika anda tahu batasannya dan tidak mengkonsumsi terlalu berlebihan hal ini tidak terjadi.