“Sake”, Minuman Khas Jepang Dari Fermentasi Beras

Minuman alkohol merupakan miuman keras yang mengandung etanol (merupakan bahan psikoaktif dan konsumsinya menyebabkan penurunan kesadaran). Ada banyak jenis minuman beralkohol dan beberapa negara memiliki minuman beralkohol tersendiri. Salah satu minuman beralkohol adalah sake. Ini merupakan salah satu minuman khas Jepang. Mungkin banyak diantara Anda yang penasaran tentang minuman yang satu ini. Untuk mengetahui lebih banyak tentang minuman yang satu ini ikuti terus artikel di bawah ini ya.

Apa itu Sake?

Sake adalah minuman beralkohol yang berasal dari negara Jepang, merupakan minuman dari hasil permentasi beras. Sementara definisi yang dikeluarkan oleh pemerintah Jepang sendiri terhadap sake adalah ; minuman beralkohol yang terbuat dari beras, koji beras dan air, untuk kemudian mengalami proses fermentasi dan filtrasi. Definisi tersebut secara prinsip mengacu pada tipe sake tradisional yang tidak umum di Jepang.

Di Jepang, kata sake berarti “minuman beralkohol”. Di beberapa wilayah regional dapat memiliki arti yang lain. Di Kyushu Selatan, sake berarti minuman yang disuling. Di Okinawa, sake merujuk ke shōchu yang terbuat dari tebu. Sake memiliki aroma yang mirip dengan tape beras.

Mungkin sebagian dari kita tidak asing dengan produk yang bernama sake ini. Di Jepang, produk ini lebih banyak ditujukan sebagai minuman yang disajikan pada saat pertemuan. Tetapi di luar negara asalnya, sake lebih banyak ditujukan untuk masakan tertentu terutama masakan khas Jepang.

Pada tahun 1944, selama perang dunia II, para produsen sake mulai menambahkan alcohol dalam proses pembuatan sake untuk menambah volume produksi sake mereka. Penambahan alcohol ini bertujuan untuk mengatasi kekurangan produksi sake akibat penurunan jumlah produksi beras akibat perang. Pada saat itu, sudah sekitar 2000 tahun secara tradisional digunakan 100 % beras murni. Produksi sake Jepang dibagi dalam 2 tipe yang berbeda. Pertama tanpa penggunaan tambahan dan yang lain dengan menggunakan bahan tambahan.

Tipe / Jenis Sake

Ada beberapa tipe sake, yang dapat dibagi dalam dua kelompok yaitu dengan menambah alcohol dan yang lain adalah hanya menggunakan beras.

1. Sake dengan penambahan alkohol

Kelompok ini terdiri dari sake yang murah, paling banyak diproduksi dan penambahan alkohol untuk meningkatkan hasilnya. Kemudian sake dengan “additives” yang merupakan sake premium dengan tambahan alkohol dalam jumlah rendah misalnya Honjozo-shu (penambahan 116 liter untuk per 1.000 kg beras), Ginjo Sake (beras : 60% dari hasil yang diperoleh) dan Dai Ginjo Sake (banyaknya beras 50% dari hasil).

2. Sake tanpa tambahan alkohol

Pada kelompok ini terdiri dari Junmai Sake, Junmai Ginjo dan Junmai Dai Ginjo. Perbedaan dari ketiga kelompok tersebut adalah pada tingkat pemurnian beras (derajat sosoh) yang dilakukan.

  • Honjozo

Membuat honjozo adalah dengan menggunakan beras dengan kemurnian minimal 70% untuk bahan dasarnya. Honjozo mengandung alkohol sulingan yang ditambahkan untuk meningkatkan rasa dan aroma. Honjozo termasuk sake yang ringan untuk diminum dan cocok untuk pemula. Honjozo bisa disajikan secara dingin atau hangat sesuai selera.

  • Junmai

Junmai atau beras murni adalah sake tanpa bahan tambahan dan pengawet apapun. Untuk membuat sake berjenis ini, kemurnian beras harus mencapai minimal 70% dan 30% sisanya sudah dibuang. Aroma sake junmai cenderung kuat dan terasa agak asam. Sake ini cocok disajikan secara hangat atau sesuai dengan suhu ruangan.

  • Ginjo

Ginjo adalah sake premium yang bahan dasarnya berupa beras yang kemurniannya mencapai 40-60%. Sake ini diolah secara fermentasi dengan ragi khusus. Hasilnya berupa sake yang ringan untuk diteguk dengan rasa buah-buahan, namun memiliki aroma kompleks yang wangi. Sake ini juga cocok untuk pemula dan biasanya disajikan dingin.

  • Daiginjo

Sesuai dengan namanya “dai” yang artinya besar, daiginjo adalah sake premium berukuran besar yang umumnya dianggap oleh orang-orang sebagai level sake tertinggi dalam seni pembuatan sake. Untuk membuat daiginjo, dibutuhkan beras kemurniannya persis mencapai 50%. Karena itulah, daiginjo cukup mahal untuk dikonsumsi dan biasanya disajikan dingin untuk menonjolkan aroma dan rasanya yang nikmat dan kompleks.

Perbedaan Sake dan Soju

Sake dan soju merupakan minuman yang memiliki tampilan yang sangat mirip, yakni sama-sama berwarna bening. Sake dan soju pun terbuat dari bahan yang sama, yaitu dari hasil fermentasi beras. Karenanya, tak heran bila banyak orang yang menganggapnya sama. Akan tetapi, kedua minuman ini sangatlah berbeda. Untuk mengetahui perbedaan kedua minuman ini, mari simak ulasan di bawah ini.

  • Komposisi bahan

Dikenal pula dengan nama anggur beras, minuman sake menggunakan beras sebagai bahan utama pembuatannya. Jenis beras yang digunakan pun tak sembarangan, yakni beras yang sudah benar-benar digiling halus, sehingga memiliki kandungan pati yang tinggi.

Sebaliknya, meski soju juga menggunakan beras sebagai bahan pembuatannya, namun komposisinya tak sebanyak yang digunakan untuk mengolah sake. Biasanya, terdapat pula bahan tambahan lain seperti gandum, kentang, ubi jalar, atau tapioka sebagai campuran, bahkan menggantikan peran dari beras sekalipun.

  • Proses pembuatan

Soju memiliki metode produksi unik yang sangat berbeda dengan Sake. Produksi Soju memiliki dua tahap. Tahap pertama adalah konversi pati menjadi gula, dan tahap selanjutnya adalah konversi dari gula menjadi alkohol. Setelah ini, campuran itu kemudian berumur, biasanya selama sepuluh tahun yang panjang.

Ada perbedaan dalam produksi Soju dan Sake. Sake diseduh, Soju disuling. Kita juga bisa melihat perbedaan lingkungan di mana kedua minuman itu dibuat. Sementara Soju memiliki produksi yang lebih baik di daerah beriklim hangat, Sake memiliki produksi yang lebih baik di iklim yang sejuk.

  • Kandungan alkohol

Karena melewati proses pembuatan yang berbeda, kandungan alkohol yang dimiliki keduanya pun berbeda pula. Kadar alkohol pada minuman sake bervariasi, mulai dari 18 hingga 20%, dan sebagian besar sake yang beredar di pasaran mengandung 15% alkohol. Sedangkan untuk soju sendiri, kadar alkoholnya lebih tinggi, yakni berkisar antara 16,53 hingga 53%. Meski demikian, rata-rata soju yang dijual di pasaran hanya mengandung kadar alkohol sebesar 20% saja. Dan, semakin tinggi kadar alkohol pada soju, akan semakin murah pula harganya.

  • Cara Penyajian

Berasal dari wilayah yang berbeda, baik sake maupun soju disajikan berdasarkan tradisi dan kebiasaan masing-masing negara. Sake sering dikonsumsi dalam upacara-upacara khusus di Jepang, misalnya upacara Shinto, pernikahan, pembukaan toko, hingga perayaan kemenangan. Biasanya, sake disajikan dalam suhu ruangan, meski beberapa orang juga kerap menenggaknya dalam keadaan dingin dan hangat, sesuai dengan selera masing-masing.

Berbanding terbalik dengan sake, soju biasa diminum di segala acara, layaknya minuman alkohol lainnya. Tak cuma diminum langsung, soju juga sering dijadikan sebagai campuran atau bahan campuran minuman cocktail, dikombinasikan bersama minuman lain seperti bir atau jus buah.

Fakta Menarik Tentang Sake

Sake terbaik adalah sake yang dibuat saat musim dingin karena rasa dan kesegarannya akan lebih terasa dan cocok dengan suhu cuaca dingin. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa sake merupakan minuman beralkohol yang dibuat dari hasil fermentasi beras. Berikut ini ada beberapa fakta menarik mengenai sake yang mungkin belum Anda ketahui.

  • Bahan utama dake hanya 4 macam

Sake memang bermacam-macam tetapi ketahuilah bahan utama untuk membuat sake hanya terdiri dari 4 macam yaitu beras, air, jamur dan ragi. Meskipun sebagian sake ada yang menggunakan sedikit alkohol yang disuling, tetapi 4 bahan utama tersebut tidak bisa diganti atau diubah.

  • Sake tidak hanya dibuat di Jepang

Sake tidak hanya dibuat di Jepang saja tetapi juga telah dibuat di berbagai negara lain seperti Australia, Kanada, Brasil dan Amerika Serikat.

  • Sake difermentasi buakn disuling

Pembuatan sake tidak pernah disuling namun hasil dari fermentasi, seperti halnya anggur.

  • Sake memiliki tingkat keasaman yang lebih sedikit

Bagi mereka yang mudah mengalami reflux atau gangguan pada lambungnya, maka minuman sake adalah minuman alkohol yang lebih ramah.

  • Kadar alkohol sake mirip dengan anggur

Kandungan Alkohol pada Sake tidak setinggi Vodka, Gin atau minuman beralkohol lainnya yang memiliki kandungan tinggi. Sake memiliki kandungan alkohol rata-rata 15-16%, kadarnya sedikit lebih tinggi dari beberapa produk minuman Anggur.

  • Sake disebut Nihonshu, yang artinya anggur Jepang

Bagi masyarakat luar menyebutnya Sake, tetapi di Jepang, sake sama seperti minuman beralkohol lainnya, jadi nama asli dari Sake adalah Nihonshu.

  • Sake tidak mengandung Sulfit

Sake dipasteurisasi, jadi tidak membutuhkan pengawet seperti sulfit.

  • Sake memiliki ratusan komponen aroma dan rasa seperti anggur

Sake memiliki banyak keaneka ragaman rasa dan aroma, ada yang terasa seperti beras dan bahkan ada yang sama sekali tidak terasa seperti beras. Semua itu tergantung dari cara pembuatan dan fermentasinya.

  • Sake memiliki histamin yang sangat rendah

Tidak ingin pusing dan wajah memerah karena minum minuman beralkohol?? maka Sake bisa menjadi pilihan untuk para pecinta minuman alkohol karena Sake memiliki kadang histamin yang jauh lebih rendah.

  • 80 % campuran sake adalah air

Ketika sebuah Sake siap untuk dijual, maka 80% kandungannya adalah air sehingga menjadikan Sake salah satu minuman beralkohol paling ringan dan jauh lebih sedikit memberikan efek sakit kepala setelah minum.

  • Sake dapat disajikan dalam banyak temperatur

Salah satu keunggulan Sake dari minuman alkohol lainnya adalah dapat dihidangkan dalam beberapa temperatur seperti didinginkan, dipanaskan atau bahkan dibekukan.

Demikianlah penjelasan tentang sake, minuman khas dari Jepang yang merupakan hasil dari fermentasi beras. Apakah diantara Anda pernah mengkonsumsi minuman beralkohol yang satu ini? Semoga artikel di atas bermanfaat dan bisa menambah wawasan bagi Anda. Sampai jumpa pada artikel selanjutya.